SEJARAH DESA UWELOLU
1. Asal-Usul Nama Desa: "Air yang Mengalir"
Nama Uwelolu memiliki akar sejarah yang kuat dari kearifan lokal. Kata ini berasal dari bahasa suku asli setempat, yaitu Bahasa Kaili, yang terdiri dari dua suku kata:
-
Uwe: Berarti Air.
-
Lolu: Berarti Mengalir.
Secara filosofis dan harfiah, Uwelolu memiliki arti Air Mengalir. Nama ini mencerminkan harapan agar kehidupan masyarakat di desa ini dapat terus mengalir, memberikan sumber kehidupan, kedamaian, dan kemakmuran yang tiada putusnya bagi seluruh warga.
2. Awal Mula Pembentukan & Era Transmigrasi (Tahun 1986)
Cikal bakal Desa Uwelolu dimulai pada tahun 1986. Pada awalnya, desa ini dibentuk sebagai wilayah pemukiman transmigrasi yang mempertemukan keberagaman. Penduduknya datang dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan sebuah komunitas baru yang kaya akan suku, agama, ras, dan adat istiadat yang saling menghormati.
Proses penempatan awal penduduk pada tahun 1986 tercatat dalam beberapa gelombang penting:
-
12 Maret 1986: Penempatan warga dari Suku Jawa sebanyak 98 KK.
-
31 Maret 1986: Penempatan warga dari Suku Sasak sebanyak 89 KK.
-
Agustus 1986: Penempatan warga dari Suku Bali sebanyak 63 KK.
Pada masa penempatan awal tersebut, total penduduk berjumlah 250 KK. Selama kurang lebih 4 (empat) tahun pertama, wilayah ini berada di bawah pembinaan langsung oleh Departemen Transmigrasi Republik Indonesia.
3. Perkembangan Menjadi Desa Definitif & Dinamika Penduduk
Setelah dinilai mandiri, pada Tahun 1990, Uwelolu resmi dilepas dari status pembinaan transmigrasi dan disahkan menjadi Desa Definitif. Pada saat itu, struktur administrasi desa baru terdiri dari 3 Dusun dan 7 RT.
Perjalanan perkembangan jumlah penduduk desa mengalami dinamika yang cukup signifikan dari tahun ke tahun:
-
Tahun 1993: Penduduk desa bertambah sebanyak 150 KK melalui program Trans TSM (Transmigrasi Swakarsa Mandiri).
-
Tahun 1997: Kembali kedatangan program Trans TSM sebanyak 50 KK. Namun, gelombang transmigrasi kali ini tidak bertahan lama; banyak warga yang memilih kembali ke daerah asal atau mencari tempat baru.
-
Tahun 2011: Berdasarkan pendataan, jumlah penduduk tumbuh menjadi 420 KK (1.468 Jiwa). Wilayah administrasi pun mekar menjadi 4 Dusun dan 9 RT, dengan keberagaman agama yang hidup berdampingan secara damai (Islam, Kristen, dan Hindu).
-
Tahun 2022: Perkembangan mutakhir mencatat jumlah keluarga meningkat menjadi 525 KK dengan total 1.657 Jiwa (Laki-laki: 874 jiwa, Perempuan: 783 jiwa).
4. Rekam Jejak Kepemimpinan Desa
Sejak berstatus sebagai desa definitif pada tahun 1990 hingga saat ini, kepemimpinan di Desa Uwelolu telah mengalami beberapa kali pergantian, baik oleh Kepala Desa definitif maupun Pejabat Sementara (Pjs) dari pihak kecamatan.
Berikut adalah silsilah kepemimpinan (Kepala Desa) Uwelolu dari masa ke masa:
| No. |
Nama Kepala Desa / Pejabat |
Masa Jabatan |
Keterangan / Status |
| 1 |
I Wayan Budiasa (Alm.) |
1990 – 1998 |
Kepala Desa Definitif Pertama |
| 2 |
Haryono |
1998 – 2000 |
Kepala Desa Definitif Kedua |
| 3 |
Aziz Husen |
2000 – 2002 |
Pejabat Sementara (Staf Kantor Camat Toili) |
| 4 |
I Wayan Budiasa (Alm.) |
2002 – 2006 |
Kepala Desa Definitif (Wafat 18 April 2006, dilanjutkan oleh Bapak Ponimin) |
| 5 |
Antoni Yakub |
2008 – 2014 |
Kepala Desa Definitif (Periode I) |
| 6 |
Antoni Yakub |
2014 – 2020 |
Kepala Desa Definitif (Periode II) |
| 7 |
I Gede Bendesa |
2020 – 2021 |
Pejabat Sementara (Staf Kantor Camat Toili Barat) |
| 8 |
Antoni Yakub |
2022 – Sekarang |
Kepala Desa Definitif (Periode III) |
Kirim Komentar